Melodi Merdu dari Pulau Rote: Mengenal Lebih Dekat Alat Musik Sasando
Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dengan keindahan alamnya yang eksotis dan kekayaan budayanya yang unik. Salah satu alat musik tradisional yang menjadi ikon dari provinsi ini adalah Sasando. Sasando memiliki bentuk yang khas dan menghasilkan melodi yang merdu serta memikat. Mengenal lebih dekat Sasando akan membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang warisan budaya yang kaya dari ujung timur Indonesia ini.
Sasando berasal dari Pulau Rote, NTT. Bentuknya sangat unik, menyerupai harpa yang dimainkan dengan cara dipetik. Sasando terbuat dari bambu yang dibentuk melengkung sebagai wadah resonansi, dan dawai-dawai yang terbuat dari senar atau kawat baja direntangkan di sekeliling wadah bambu tersebut. Jumlah dawai pada Sasando bervariasi, mulai dari 28 hingga lebih dari 50 dawai, tergantung pada jenis dan perkembangannya. Setiap dawai menghasilkan nada yang berbeda, dan pemain Sasando akan memetik dawai-dawai tersebut dengan kedua tangan untuk menghasilkan melodi yang indah.
Menurut cerita rakyat yang berkembang di Pulau Rote, Sasando pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda bernama Sangguana. Konon, Sangguana bermimpi memainkan alat musik yang indah, dan ketika terbangun, ia mencoba mewujudkan mimpinya tersebut hingga terciptalah Sasando. Sasando pada awalnya digunakan dalam berbagai upacara adat dan hiburan masyarakat setempat. Seiring berjalannya waktu, Sasando semakin dikenal luas dan menjadi salah satu identitas budaya NTT.
Alat musik dari NTT ini adalah salah satu bagian penting dari Indonesia, Generasi muda harus ikut ambil bagian dalam pelestariannya.
Saat ini, alat musik Sasando tidak hanya dimainkan dalam acara-acara tradisional, tetapi juga dalam berbagai konser musik modern, baik di dalam maupun luar negeri. Para musisi kontemporer telah berinovasi dengan menggabungkan suara Sasando dengan berbagai genre musik, menghasilkan harmoni yang unik dan menarik. Upaya pelestarian dan pengembangan alat musik Sasando terus dilakukan oleh pemerintah daerah, sanggar seni, dan para pengrajin di NTT. Dengan melodi yang khas dan bentuknya yang unik, Sasando tetap menjadi alat musik tradisional kebanggaan Indonesia yang terus memikat hati para pendengarnya.
