Trauma Sering Dibully, Siswa Pasuruan Masuk RSJ: Dampak Mengerikan Kekerasan di Sekolah

Admin_sma2mlang/ April 8, 2025/ Berita

Berita Kriminal dan Kesehatan Mental Anak – Kasus memprihatinkan kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pasuruan, Jawa Timur, berinisial N (17) harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang, akibat depresi berat yang diduga kuat dipicu oleh sering dibully oleh teman-temannya sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kejadian tragis ini menjadi pengingat betapa mengerikannya dampak sering dibully terhadap kesehatan mental anak.

Kabar pilu ini pertama kali mencuat melalui laporan keluarga korban ke Polres Pasuruan Kota pada Senin, 26 Agustus 2024. Kakak korban, F (23), mengungkapkan bahwa adiknya telah mengalami sering dibully oleh sekelompok siswa yang berjumlah antara 8 hingga 15 orang sejak SMP dan berlanjut hingga SMA. Puncak dari perundungan ini terjadi pada tanggal 17 Agustus 2024, usai upacara peringatan HUT RI di sekolah, di mana korban diadang dan diancam oleh para pelaku di depan gerbang sekolah.

Menurut penuturan keluarga, jenis perundungan yang dialami korban beragam, mulai dari olok-olok, pemukulan, hingga pemerasan. Korban bahkan sering dibully dan diperas sejumlah uang dengan ancaman akan dilaporkan jika tidak menuruti kemauan pelaku. Akibat tekanan psikologis yang berkepanjangan, korban mengalami depresi berat hingga tidak terkontrol, sering mengamuk, dan akhirnya harus dilarikan ke RSJ untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan keluarga korban dan akan memanggil pihak-pihak yang terkait untuk dimintai keterangan. Kasus ini menjadi atensi khusus Polres Pasuruan Kota mengingat melibatkan anak sebagai korban.

Dampak Mengerikan Sering Dibully Terhadap Kesehatan Mental Anak:

Kasus yang dialami siswa di Pasuruan ini adalah contoh nyata betapa dahsyatnya dampak sering dibully terhadap kesehatan mental anak. Trauma akibat perundungan dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam dan berkepanjangan. Beberapa dampak negatif sering dibully terhadap kesehatan mental anak antara lain:

  • Depresi dan Kecemasan: Korban bullying seringkali mengalami perasaan sedih, putus asa, dan kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai. Kecemasan berlebihan juga menjadi dampak umum, membuat korban merasa takut dan tidak aman.
  • Rendah Diri dan Kehilangan Kepercayaan Diri: Perundungan yang berulang kali dapat membuat korban merasa tidak berharga dan kehilangan keyakinan pada diri sendiri.
  • Gangguan Tidur: Trauma akibat bullying dapat menyebabkan kesulitan tidur, mimpi buruk, dan rasa tidak nyenyak saat tidur.
  • Isolasi Diri: Korban bullying cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, menghindari interaksi dengan teman dan keluarga karena merasa malu atau takut.
  • Pikiran untuk Bunuh Diri: Dalam kasus yang ekstrem, tekanan psikologis akibat bullying yang berkepanjangan dapat mendorong korban pada pikiran untuk mengakhiri hidup.
  • Trauma Berkepanjangan (PTSD): Pengalaman sering dibully dapat menyebabkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dengan gejala seperti kilas balik, mimpi buruk, dan penghindaran situasi yang mengingatkan pada trauma.

Informasi Penting Terkait Bullying dan Kesehatan Mental:

  • Bullying bukanlah sekadar “kenakalan anak-anak” dan dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan mental korban.
  • Dukungan dari keluarga, sekolah, dan teman sangat penting bagi pemulihan korban bullying.
  • Intervensi dini dan penanganan psikologis profesional dapat membantu korban mengatasi trauma dan mencegah dampak jangka panjang.
  • Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari bullying.

Kasus tragis di Pasuruan ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat, untuk lebih peduli dan bertindak tegas dalam mencegah dan menangani kasus bullying demi melindungi kesehatan mental dan masa depan anak-anak kita.

Share this Post