Mengenal September Hitam: Tragedi dan Luka dalam Sejarah Modern
Mengenal September Hitam: Tragedi dan Luka dalam Sejarah Modern
Jakarta, Indonesia, Selasa, 8 April 2025, pukul 19.05 WIB – Istilah September Hitam memiliki konotasi kelam dalam sejarah modern, merujuk pada serangkaian peristiwa tragis yang terjadi pada bulan September di berbagai belahan dunia. Namun, konteks paling kuat dari istilah ini tertuju pada konflik berdarah di Yordania pada tahun 1970, serta peringatan akan berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang terjadi di bulan September. Mari kita telaah pengertian dan fakta mengenai “September Hitam”.
September Hitam di Yordania (1970-1971):
- Tanggal Puncak: 16 – 27 September 1970
- Waktu: Konflik berkepanjangan dari September 1970 hingga Juli 1971
- Tempat: Yordania, terutama Amman dan kamp-kamp pengungsi Palestina
- Pelaku Utama: Angkatan Darat Yordania di bawah Raja Hussein melawan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dipimpin Yasser Arafat
- Nama Tokoh Kunci: Raja Hussein (Yordania), Yasser Arafat (PLO)
- Kronologi Singkat: Ketegangan yang meningkat antara pemerintah Yordania dan PLO, yang memiliki kekuatan signifikan di Yordania, mencapai puncaknya setelah pembajakan pesawat oleh militan Palestina. Raja Hussein memerintahkan operasi militer besar-besaran untuk menumpas PLO. Ribuan orang, mayoritas warga Palestina, tewas dalam konflik berdarah ini. Organisasi September kemudian dibentuk oleh militan Palestina sebagai ответ atas peristiwa ini.
September Hitam di Indonesia: Bulan Kelam Pelanggaran HAM:
Di Indonesia, istilah “Black September” digunakan oleh aktivis dan organisasi HAM untuk mengingatkan publik akan berbagai peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi sepanjang bulan September dalam sejarah bangsa. Beberapa peristiwa kelam yang sering dikaitkan dengan “September ” di Indonesia meliputi:
- Gerakan 30 September (G30S) 1965: Upaya kudeta yang berujung pada pembantaian massal.
- Tragedi Tanjung Priok 1984: Kekerasan aparat terhadap demonstran Muslim.
- Tragedi Semanggi I & II (1998 & 1999): Penembakan mahasiswa saat aksi протест.
- Pembunuhan Munir Said Thalib (2004): Aktivis HAM diracun dalam penerbangan.
- Pembunuhan Salim Kancil (2015): Petani penolak tambang dibunuh secara sadis.
- Brutalitas Aparat dalam Aksi Reformasi Dikorupsi (2019) dan Kasus Papua (berbagai tahun).
